PENERAPAN SISTEM E-GOVERNMENT UNTUK MENUJU MALANG SMART CITY
Penerapan Sistem E-government di KOTA MALANG
Oleh : Kharis Irwansyah S.R
Ket. : 161221019 / MI / STIKI / 2018
B.
Daftar Pustaka ( Sumber Referensi )
Ø https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/01/23/penerapan-sistem-e-government-di-indonesia
Ø https://radarmalang.id/delapan-kota-yang-sudah-terapkan-smart-city/
Ø https://lp2m.asia.ac.id/wp-content/uploads/.../Wiwin-Purnomowati-dan-Ismini.pdf
Ø interaktif.ub.ac.id/index.php/interaktif/article/download/162/141
Oleh : Kharis Irwansyah S.R
Ket. : 161221019 / MI / STIKI / 2018
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar BelakangPENDAHULUAN
Sumber : www.outlookindia.com
Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur, dan dikenal dengan
julukan kota pelajar. Dari segi ekonomi, total nilai PDRB datang dari
sektor pedagangan, hotel, restoran (38.51%), sektor industri pengolahan
(33.05%) dan dari sektor jasa (12.5%). Tingginya kontribusi sektor
perdagangan, hotel dan restoran serta industri pengolahan ini tidak lepas
dari semboyan kota Malang Tri Bina Cita yaitu sebagai kota pendidikan,
industri dan pariwisata.
Peningkatan layanan umum yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang semakin
ditingkatkan sejalan dengan digulirkannya konsep smart city, yang terdiri
dari 6 dimensi yaitu smart economy (ekonomi pintar), smart environment
(lingkungan pintar), smart people (masyarakat pintar), smart life (cerdas
hidup), smart mobility (mobilitas pintar) dan smart government (pemerintah
pintar). Peningkatan layanan di segala bidang (terutama dalam penyediaan
sarana transportasi dan infrastruktur yang memadai, pengembangan UMKM
terutama yang berbasis produk lokal, kemudahan perijinan) bisa mendukung
pengembangan sektor pariwisata di Kota Malang, dimana hal ini merupakan
salah satu misi Walikota Malang tahun 2013-2018 yaitu membangun kota Malang
sebagai tujuan wisata yang aman, nyaman dan berbudaya.
Urgensi penarapan smart city di Kota Malang dilatarbelakangi oleh berbagai
masalah-masalah perkotaan yang umum dihadapi oleh kota-kota besar di
Indonesia, seperti kemacetan, permasalahan lingkungan, sosial, dan juga
ekonomi. Sebagai kota pendidikan sekaligus kota pariwisata membuat Kota
Malang semakin ramai hingga pada akhirnya melahirkan berbagai masalah
perkotaan yang kompleks. Sedikitnya ada empat permasalahan perkotaan yang
mulai terjadi di Kota Malang.
Sementara itu, dalam rangka mewujudkan kesiapan sebuah sistem smart city
langkah awal yang harus dipersiapkan adalah kesiapan teknologi. Wakil
Sekretaris Dewan Komunikasi dan Teknologi Komunikasi Nasional Andy Zaky
(2016) mengungkapkan bahwa fondasi dari smart city adalah e-government.
Konsep e-government sudah lebih dikenal dalam tata kelola pemerintahan di
Indonesia ketimbang konsep smart city. E-government secara sederhana
dimaknai sebagai pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan.
Dengan adanya e-government kemudian munculah berbagai inovasi pemerintahan
berbasis teknologi. Seperti misalnya sistem pelayanan berbasis online,
sistem perijinan berbasis online, sistem pengaduan berbasis online, dan
masih banyak yang lainnya.
2.
Rumusan Masalah
a. Bagaimana Implementasi Smart City di Kota Malang?
b. Bagaimana Dampak apabila mengembangkan Konsep Smart City tersebut?
3.
Tujuan Penelitian
a. Mengembangkan Pemikiran Tentang Konsep Smart City di Kota Malang.
b. Memberikan sumbangan pemikiran bagi pemerintah daerah dalam rangka
mewujudkan Kota Malang sebagai smart city.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
Konsep Implementasi Smart City
Indonesia dewasa ini selalu meningkatkan kualitasnya sebagai sebuah bangsa.
Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kekuatan ekonomi.
Tak mau ketinggalan, sektor pemerintahan juga ikut berinovasi.
Pemerintah kini sedang mengimplementasikan sistem e-government di
Indonesia. E-government adalah sistem pemerintahan yang berbasis teknologi
komunikasi. Pada prinsipnya inovasi e-government ini adalah untuk
meningkatkan kualitas proses pelayanan dari lembaga pemerintah kepada
masyarakat melalui pelayanan online. Selain itu, melalui sistem
e-government, masyarakat bisa ikut mengontrol pekerjaan pemerintah.
Bentuk-bentuk dari penggunaan e-government adalah e-budgeting,
e-procurement, e-audit, e-catalog, e-payment, e-controlling, bahkan hingga
e-health. Kota Malang terpilih menjadi Smart City dan Cyber City Gerakan
Nasional 1000 Start Up Digital. Menyusul Jakarta, Surabaya, Yogjakarta,
Bandung, dan Semarang.
Gerakan Nasional 1000 Startup ini merupakan gagasan Kementerian Komunikasi
dan Informatika RI. Kota Malang terpilih karena banyak mahasiswa yang
menjadi ujung tombak pertumbuhan industri kreatif digital.
Konsep Smart City di Kota Malang Dari arah pembangunan jangka panjang Kota
Malang nampak bahwa pemerintah daerah telah mempersiapkan SDM dan Iptek
untuk mewujudkan Kota Malang sebagai smart city (kota pintar). Namun
pengertian
smart city yang diimplementasikan Kota Malang lebih menitikberatkan
pada pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan pada
masyarakat,
berarti konsep ini lebih tepat disebut sebagai digital city.
Beberapa
program yang telah dilaksanakan Pemerintah Daerah dalam upaya mewujudkan
Kota Malang sebagai smart city, yaitu:
- Peluncuran 65 area hot spot
- Pelatihan jardiknas dan bimtek electronic mail oleh Dinas pendidikan
- Gerakan Malang Go Open Source
- Malang Cyberpark di alun-alun Kota Malang
- Penerapan E-Government dalam tingkatkan pelayanan public
Semua program di atas lebih tepat dikatakan sebagai program-program untuk
mewujudkan Malang kota digital (digital city).
Saat ini Kota Malang juga telah memiliki berbagai sistem pengelolaan
pemerintahan yang berbasis teknologi. Kota Malang secara bertahap juga
terus berupaya mewujudkan e-government dalam tata kelola pemerintahannya.
Ini terlihat dari beberapa dinas di lingkungan Kota Malang yang telah
memiliki program-program pelayanan berbasis online. Pada akhirnya,
mengingat e-govermnet merupakan fondasi utama dari pembangunan smart city,
maka penting kemudian untuk melihat bagaimana sejauh ini kesiapan sistem
e-government Kota Malang menuju smart city Kota Malang. Lebih jauh
penelitian ini juga akan melihat kesiapan smart city di Kota Malang secara
keseluruhan yang mana dapat dilihat dari dua aspek, yakni aspek people atau
masyarakat, dan aspek pemerintah. Ini penting dilakukan sebagai langkah
awal menilai kesiapan sebuah kota untuk menuju kota yang cerdas.
B.
Dampak Penggunaan Sistem E-Government
Sistem e-government ini tidak hanya berdampak bagi masyarakat, tetapi juga
bagi pemerintah itu sendiri. Sistem e-government dapat mendukung kinerja
pemerintah dalam bidang government to business, government to citizen,
government to government, dan government to employees.
Pemerintah sendiri sudah memiliki strategi dalam menerapkan sistem
e-government, yaitu;
1/ Mengembangkan sistem pelayanan yang handal dan dapat terjangkau
masyarakat luas dengan cara pemerataan jaringan komunikasi yang merata di
seluruh wilayah Indonesia.
2/ Menata sistem dan proses kerja pemerintah dan pemerintah otonom secara
holistik dengan cara menyiapkan SDM yang terbiasa dengan teknologi.
3/ Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal dengan
cara memberikan informasi secara lengkap.
4/ Meningkatkan peran serta dunia usaha dan mengembangkan industri
telekomunikasi dan teknologi informasi.
5/ Melaksanakan pengembangan secara sistematik melalui tahapan yang
realistik dan terukur yaitu melalui tahapan persiapan, pematangan,
pemantapan, dan pemanfaatan.
Cita-cita good and open government di Indonesia hanya bisa terwujud apabila
semua lapisan ikut bekerja. Tak hanya pemerintah yang memfasilitasinya
lewat e-government dan smart city, namun kita sebagai masyarakat juga harus
ikut berpartisipasi bekerja dan berperan aktif mendukung cita-cita ini. Tak
hanya itu para pelaku industri, dan lembaga pemerintah non-kementerian yang
bergerak di bidang riset juga diharapkan dapat bekerja sama untuk
mewujudkan cita-cita ini.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Smart city yang diimplementasikan Kota Malang lebih menitikberatkan pada
pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan pada
masyarakat. Pada akhirnya, mengingat e-govermnet merupakan fondasi utama
dari pembangunan smart city, maka penting kemudian untuk melihat bagaimana
sejauh ini kesiapan sistem e-government Kota Malang menuju smart city Kota
Malang.
Dampak positif diterapkannnya sistem e-government di Indonesia adalah
masyarakat dapat menerima laporan kinerja pemerintah secara aktual dan
transparan, rakyat juga bisa dengan leluasa mengakses informasi seputar
kinerja pemerintah. Selain itu sistem e-government juga dapat menekan
anggaran biaya. Dengan teknologi online, pekerjaan juga tentunya akan lebih
efesien, secara biaya dan waktu.
Dengan diterapkannya sistem e-governmernt yang sangat mudah diakses dan
transparan dapat mengarahkan keadaan good and open government di Kota
Malang.
Ø https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/01/23/penerapan-sistem-e-government-di-indonesia
Ø https://radarmalang.id/delapan-kota-yang-sudah-terapkan-smart-city/
Ø https://lp2m.asia.ac.id/wp-content/uploads/.../Wiwin-Purnomowati-dan-Ismini.pdf
Ø interaktif.ub.ac.id/index.php/interaktif/article/download/162/141
Comments
Post a Comment