MEMBENTUK PEMIMPIN TEKNOLOGI DI ERA INDUSTRI 4.0
Sumber : Instagram.com/septanoviana
Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia Malang, mengadakan Kuliah Tamu pada 30 November 2018 yang bertempat di Sport Hall Gedung A, JL. Tidar No.100 Malang, Jawa Timur. Tema pada kuliah tamu tersebut adalah “Membentuk Pemimpin Teknologi Di Era Industri 4.0”. Dengan pembicara yang datang langsung dari Jakarta, yakni Bapak Hermawan Sutanto selaku COO Blackberry Messenger. Acara tersebut dihadiri oleh Mahasiswa dan juga Dosen STIKI Malang. Untuk mengetahui apa sebenarnya maksud dari Tema diatas, mari kita bahas dibawah ini.
A.
REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Sumber : id.kisspng.com
Revolusi Industri
4.0 menjadi era baru perindustrian yang banyak menggunakan teknologi virtual
dan canggih. Office of Chief Economist Bank Mandiri melalui Daily Economic and
Market Review menjelaskan bahwa World Economic Forum (WEF) memperkirakan
keberadaan Revolusi Industri 4.0 akan membawa beberapa akibat dalam proses
industri dan kehidupan manusia antara lain disrupsi pekerjaan, inovasi dan daya
produksi, ketimpangan, cerdas kelola, keamanan dan konflik, disrupsi bisnis,
kepaduan teknologi, serta isu etnis dan identitas (2018). Revolusi Industri 4.0
ditandai dengan perpaduan teknologi yang mengaburkan batas antara bidang fisik,
digital, dan biologis (Schwab,2016; Hermann et al,2015; Irianto, 2017). Semua
bidang keilmuan dan segi kehidupan saat ini telah dipengaruhi oleh perkembangan
teknologi baru yang mengintegrasikan unsur fisik, digital dan biologis.
Presiden RI bapak Joko Widodo menyatakan bahwa “digitalisasi, computing power
dan data analytic telah melahirkan terobosan-terobosan yang mengejutkan di
berbagai bidang, yang mendisrupsi (mengubah secara fundamental) kehidupan kita”
(Rosyadi, 2018). Perubahan secara fundamental telah terjadi dalam bidang
ekonomi dan bisnis. Kegiatan ekonomi dan bisnis sekarang ini sudah mulai
didominasi oleh transaksi online, berbasis jaringan internet menggunakan
perangkat computer dan smartphone. Beberapa perusahaan retail yang mengandalkan
jaringan gerai offline sudah mulai berguguran. Tenaga kerja-tenaga kerja yang
tidak melek teknologi informasi mulai kesulitan mendapatkan pekerjaan, karena hampir
semua bidang pekerjaan sekarang ini tidak lepas dari pemanfaat internet dan komputer.
B.
KEPEMIMPINAN DI ERA REVOLUSI 4.0
Era Revolusi
Industri 4.0 menjadi tantangan dan sekaligus membuka peluang bagi
kita.Tantangan yang dihadapi memasuki era Revolusi Industri 4.0 terjadi pada aspek:
keamanan teknologi informasi; keandalan dan stabilitas mesin produksi;
keterampilan dan inovasi sumber daya manusia; serta terjadinya otomatisasi yang
mengurangi lapangan kerja (Sung, 2017). Yahya (2018) mengelompokkan tantangan
Revolusi Industri 4.0 menjadi lima aspek yaitu: ekonomi, sosial, teknis,
lingkungan, dan regulasi. Kelima aspek tersebut dijabarkan pada pada tabel.
Tantangan-tantangan
Revolusi Industri 4.0 tersebut, menggambarkan bahwa proses kegiatan ekonomi dan
bisnis di era Revolusi Industri 4.0 memiliki karakteristik khusus.
Karakteristik kegiatan ekonomi dan bisnis di era Revolusi Industri 4.0 menuntut
penerapan prinsip-prinsip Industri 4.0. Hermann at al (Yahya, 2018)
menggambarkan prinsip Industri 4.0 (Gambar 2) meliputi: bantuan teknis,
interkoneksi, keputusan terdesentralisasi, dan transparansi informasi.
Prinsip-prinsip Industri 4.0 tersebut menggambarkan perlunya sistem kerja yang
terintegrasi, proses kerja kolaboratif, kepemimpinan yang transformatif, dan
keterbukaan informasi. Ketersediaan dan kemudahan akses informasi menjadi
faktor penting untuk mendukung keberhasilan organisasi di era Revolusi Industri
4.0.
Teknologi
Informasi (TI) telah menjadi hal penting dalam mengelola transaksi, proses
informasi dan menyebarkan pengetahuan. Dalam banyak organisasi, Teknologi
Informasi (TI) merupakan hal mendasar untuk mendukung, mempertahankan, mengubah
dan mengembangkan bisnis [30]. Teknologi Informasi juga membantu dalam
pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Kepemimpinan telah menjadi topik
yang sangat menarik dari para ahli sejarah dan filsafat sejak masa dahulu.
Sejak saat itu para ahli telah menawarkan 350 definisi tentang kepemimpinan.
Menurut Richard L. Daft pada tahun 1999, menyimpulkan bahwa “ Kepemimpinan
merupakan salah satu fenomena yang paling mudah di observasi tetapi menjadi
salah satu hal yang paling sulit dipahami ”. (L, 1999) Mendefinisikan
kepemimpinan merupakan suatu masalah yang kompleks dan sulit, karena sifat
dasar kepemimpinan itu sendiri memang sangat kompleks. Akan tetapi,
perkembangan ilmu saat ini telah membawa banyak kemajuan sehingga pemahaman
tentang kepemimpinan menjadi lebih sistematis dan objektif. Kepemimpinan
tampaknya lebih kepada konsep yang berdasarkan pengalaman.
Pemahaman
kepimpinan dimasa lalu sudah tidak memadai lagi, perlu peningkatan kapabilitas
yang lebih tinggi. Era revolusi industri 4.0/Digital, pengaruh global, makro
dan mikro situasi, membuat bisnis semakin complex, semakin sulit diprediksi dan
berubah dengan cepat.
Untuk mensiasati
tantangan ini diperlukan visi yang kuat sesuai dengan konteks, penguasaan
kekuatan informasi agar memiliki pemahaman tinggi terhadap situasi. Perjelas
dengan penggunaan model, frame work, simplifikasi dan kreatif dan inovatif
dalam mencari taktik solusi terbaik sehingga gesit dan adaptif terhadap
perubahan.
Kepemimpinan yang
dimaksud dalam hal ini adalah bagaimana seseorang dapat memberikan arahan visi
dan misi organisasi agar dapat tercapai. Seorang pemimpin, harus dapat memahami
kualitas dari masing - masing individu agar nantinya dapat membuat sebuah
keputusan yang dirasa tepat dan dapat bekerja sama untuk mencapai visi dan misi
organisasi. Dari hasil pengamatan aktual dalam teknologi informasi, keteraturan
dalam penyusunan struktur organisasi tertata rapi dari tingkat paling atas
sampai ke tingkat paling bawah. Akan tetapi pada prosesnya, terdapat
kesenjangan antara pemimpin dengan masing - masing individu pada organisasi.
Maka dengan demikian, diperlukan adanya fungsi kepemimpinan yang memahami
detail mulai dari individu sampai dengan pola organisasi.
Menjadi seorang
pemimpin di suatu perusahaan, terdapat beberapa skill yang harus dimiliki,
diantaranya bagaimana cara membangun strategi kepemimpinan dalam bisnis,
memiliki wawasan yang luas, memiliki inovasi yang dapat membangun pola pikir,
serta mengetahui kebutuhan apa yang terpenting saat ini bagi masyarakat dalam
hal penyampaian informasi. Dengan melatih skill tersebut, maka kita dapat
menyiapkan berbagai strategi bukan hanya saat ini, melainkan untuk masa yang
akan datang. Selain melatih skill yang dimiliki, karakter seorang pemimpin
selalu dipertanyakan sebelum layak menjadi seorang pemimpin yang sukses dan
berkarisma dalam satu lingkup perusahaan.
Tanggung jawab
seorang pimpinan tidak hanya memberikan perintah ataupun mengontrol bawahannya
saja, melainkan dapat memberikan pengaruh kepada bawahannya sehingga dapat
membentuk suatu pola pikir yang berwawasan luas dan memberikan dampak positif
bagi perusahaan. Tidak cukup melatih hard skill untuk menjadi seorang pemimpin
di masa mendatang. Butuh keseimbangan antara hard skill dan soft skill. Soft
skill meliputi kreatifitas, berkeinginan untuk berusaha melakukan yang terbaik,
mampu berkomunikasi dengan baik, memperlihatkan penjelasan nilai-nilai yang
mempercepat menuju kesuksesan, kejujuran serta konsistensi. (JR)
Sumber :
1.https://www.researchgate.net/publication/327049611_Inovasi_Pembelajaran_Kearsipan_Digital_di_Era_Industri_40/download
2.https://www.academia.edu/34998271/Implementasi_Kepemimpinan_Dalam_Teknologi_Informasi
3.https://pelatihanpengembangansdm.co.id/konsep-kepemimpinan/
4.http://binus.ac.id/2014/02/membangun-karakter-seorang-pemimpin-untuk-menjadi-cio-di-masa-mendatang/
Sumber :
1.https://www.researchgate.net/publication/327049611_Inovasi_Pembelajaran_Kearsipan_Digital_di_Era_Industri_40/download
2.https://www.academia.edu/34998271/Implementasi_Kepemimpinan_Dalam_Teknologi_Informasi
3.https://pelatihanpengembangansdm.co.id/konsep-kepemimpinan/
4.http://binus.ac.id/2014/02/membangun-karakter-seorang-pemimpin-untuk-menjadi-cio-di-masa-mendatang/
Comments
Post a Comment